Dua Mahasiswa UHO Harumkan Sultra, Borong Silver Medal dan Poster Favorit di Malang

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 23:15 4 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di tingkat nasional. Dua mahasiswa UHO berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang Lomba Esai Nasional IDEA FEST 6 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 10–11 Oktober 2026.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Muh. Ismail dari Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), serta Muchammad Ichsanul Haq dari Jurusan Bioteknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Berkat gagasan inovatif yang mereka tawarkan, duet mahasiswa UHO ini berhasil meraih Silver Medal atau medali perak serta penghargaan Poster Favorit. Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UHO dalam bersaing sekaligus menghadirkan gagasan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan sosial di masyarakat.

Dalam kompetisi yang mengusung tema “Mencetak Generasi Pemimpin Masa Depan Melalui Inovasi, Kreativitas, dan Kolaborasi” itu, Ismail dan Ichsanul mengangkat persoalan pendidikan anak nelayan Suku Bajo di pesisir Sulawesi Tenggara.

Karya esai mereka berjudul “Pesisir Future Leaders: Program Mentoring Karier dan Pencegahan Putus Sekolah Anak Nelayan Suku Bajo di Pesisir Sulawesi Tenggara”.

Gagasan tersebut berangkat dari perhatian terhadap tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak di kawasan pesisir, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, minimnya pendampingan karier hingga keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga sejak dini.

Melalui karya tersebut, keduanya menawarkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada akses pendidikan, tetapi juga penguatan kapasitas, pendampingan karakter, dan pembukaan wawasan mengenai masa depan generasi muda pesisir.

Usung Inovasi untuk Masa Depan Anak Pesisir

Program Pesisir Future Leaders dirancang melalui tiga pendekatan utama, yakni mentoring karier inklusif, pencegahan putus sekolah berbasis komunitas, serta penguatan kearifan lokal.

Melalui mentoring karier, anak-anak pesisir diharapkan memperoleh wawasan lebih luas mengenai peluang masa depan, baik melalui pendidikan tinggi maupun kewirausahaan yang memanfaatkan potensi daerah.

Sementara itu, pencegahan putus sekolah berbasis komunitas menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, tokoh masyarakat, dan relawan mahasiswa dalam membangun lingkungan yang mendukung keberlanjutan pendidikan anak.

Adapun penguatan kearifan lokal diarahkan untuk memadukan identitas kebaharian masyarakat Suku Bajo dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, inovasi, dan kewirausahaan sosial.

Pendekatan tersebut menjadi nilai penting dalam gagasan yang diusung kedua mahasiswa. Mereka berupaya menempatkan pendidikan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat pesisir, tanpa mengesampingkan identitas budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan Suku Bajo.

Tak hanya berhasil meraih medali perak, karya Ismail dan Ichsanul juga mendapat perhatian melalui penyajian poster ilmiah. Perpaduan substansi gagasan, visualisasi informasi, dan pesan sosial yang disampaikan mengantarkan mereka meraih penghargaan Poster Favorit.

Raihan dua penghargaan dalam satu kompetisi tersebut mempertegas keberhasilan keduanya dalam memadukan kualitas gagasan ilmiah dengan kemampuan menyampaikan ide secara menarik dan komunikatif.

Bukti Kolaborasi Lintas Disiplin

Keberhasilan Ismail dan Ichsanul turut didukung bimbingan akademis Dr. Basrudin, S.P., M.Si. Pendampingan tersebut membantu mempertajam analisis dan penyusunan gagasan yang ditawarkan dalam kompetisi nasional itu.

Kolaborasi mahasiswa dari dua disiplin ilmu berbeda, yakni Ilmu Lingkungan dan Bioteknologi, juga menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam merumuskan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Melalui perpaduan perspektif keilmuan, keduanya berupaya menghadirkan rancangan program yang tidak hanya mengangkat persoalan pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik sosial dan potensi masyarakat pesisir.

Prestasi di IDEA FEST 6 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UHO lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik, berani berkompetisi, serta menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Sulawesi Tenggara, Ismail dan Ichsanul membawa pesan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari gagasan dan kontribusi yang ditawarkan untuk menjawab persoalan bangsa. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA