Ketua Komisi I DPRD Bombana, Ashari Usman. BritaTOP.Com, BOMBANA – Pemerintah Kabupaten (Pemda) Bombana kembali menghadirkan program beasiswa pada tahun 2026 dengan total 816 kuota. Program ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung mahasiswa kurang mampu maupun mahasiswa berprestasi agar tetap melanjutkan pendidikan tinggi.
Ketua Komisi I DPRD Bombana, Ashari Usman, menjelaskan bahwa terdapat dua kategori utama dalam program beasiswa tersebut. Pertama, Beasiswa Bombana Berani untuk mahasiswa tidak mampu dengan jumlah penerima mencapai 583 orang. Kedua, beasiswa Bombana Berani Berprestasi bagi mahasiswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, dengan jumlah 233 penerima.
“Per mahasiswa itu mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta per semester, sekitar Rp500 ribu per bulan,” jelas Ashari yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Pulau Kabaena, pada Jumat (5/12/2025).
Ashari mengatakan, tujuan utama pemberian beasiswa ini adalah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bombana, khususnya pada sektor pendidikan. Saat ini posisi IPM Bombana berada di tingkat menengah dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), sehingga melalui beasiswa ini pemerintah daerah berharap Bombana dapat naik ke jajaran atas.
“IPM itu indikator kesejahteraan. Di bidang pendidikan, rumusnya salah satunya adalah jumlah penduduk dibandingkan dengan tingkat pendidikannya. Karena itu, beasiswa ini sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas SDM,” ujar
Selain mendorong pencapaian IPM, program ini juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Bombana,Burhanuddin Anwar yang menekankan pentingnya akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu agar tidak terhambat ketika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Ashari menjelaskan bahwa beasiswa Bombana dapat diikuti oleh mahasiswa di seluruh perguruan tinggi, baik di Sultra maupun di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan secara online, dan panitia melakukan verifikasi langsung ke kampus-kampus melalui kerja sama dan MoU yang sudah terjalin sebelumnya.
“Beberapa kampus yang banyak menerima mahasiswa Bombana adalah Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dan Universitas Halu Oleo (UHO). Khusus Unsultra, kami sangat mengapresiasi karena laporan mereka salah satu yang tercepat dan paling lengkap,” tambahnya.
Anshari juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar menggunakan bantuan tersebut untuk meningkatkan prestasi dan keberlangsungan kuliah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mewajibkan mahasiswa penerima beasiswa untuk mengabdi di Bombana setelah lulus.
“Mereka bebas berkarier di mana saja. Yang penting, mereka berkontribusi untuk bangsa ini. Ketika mereka sukses, nama Bombana akan terangkat karena mereka adalah putra-putri Bombana yang pernah dibantu melalui program ini,” tutupnya. (*)
Tidak ada komentar