BritaTOP.Com, KENDARI – Tak sekadar membidik sasaran untuk meraih kemenangan, ratusan atlet panahan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Al-hanan Cup I untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi. Turnamen yang berlangsung di Agrowisata- AJB STABLE, pada 10–11 Oktober 2026 ini diikuti sekitar 450 peserta dan turut dihadiri sejumlah atlet berpengalaman yang pernah berkompetisi di tingkat dunia.
Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan bagi komunitas panahan lintas daerah, mulai dari Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, hingga Kalimantan Timur.
Sejumlah nama yang hadir di antaranya Ilyas Nasa asal Makassar, yang disebut sebagai mantan juara dunia panahan di Korea, Kang Irul dari Jawa Timur yang pernah meraih juara dunia di Turki 2024 silam, serta Desi Ratnasari pada kategori akhwat yang memiliki pengalaman berkompetisi di Malaysia. Kegiatan ini juga dihadiri mantan atlet panahan asal Turki dan sejumlah atlet panahan Sultra.
Penanggung Jawab Kegiatan, Muhammad Irfan Suriyansah Haeba, mengatakan Al-hanan Cup I tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat hubungan antaratlet dan membangun kebersamaan di lingkungan komunitas panahan.

“Yang hadir kurang lebih 450 orang. Mereka datang dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Menurut Irfan, kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan antusiasme komunitas panahan untuk mengikuti kompetisi sekaligus menjalin silaturahmi. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan mengembangkan kemampuan.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Panahan Indonesia dan Al-hanan. Pemilihan lokasi penyelenggaraan turut mempertimbangkan kesiapan fasilitas lapangan untuk mendukung jalannya pertandingan.
“Kami memilih Al-hanan sebagai lokasi kegiatan karena lapangannya sudah sangat layak dan aman (safety) untuk melaksanakan kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Kang Irul dari Jawa Timur yang pernah meraih juara dunia di Turki 2024 silam.
Sementara itu, Bendahara Event Al-hanan Cup I, Mariani, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa olahraga panahan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia berharap Al-hanan Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan mendorong lahirnya atlet-atlet panahan berprestasi.
“Harapan kami, Al-hanan Cup dapat terus berlanjut dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga panahan. Bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana kegiatan ini bisa memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta memberikan ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan potensinya,” pungkasnya yang juga sebagai dosen Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) itu.
Dalam turnamen perdana ini, panitia mempertandingkan sejumlah kelas dengan jarak tembak mulai dari 5 meter hingga 50 meter. Kategori yang dilombakan mencakup kelompok junior hingga senior, baik ikhwan maupun akhwat.

Kang Irul.
Pembagian kelas tersebut memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan untuk menunjukkan keterampilan mereka dalam membidik sasaran, menjaga konsistensi, serta mengumpulkan poin terbaik selama pertandingan.
Persaingan berlangsung di berbagai kategori, dengan atlet dari sejumlah klub dan komunitas panahan berupaya menempati posisi terbaik. Sejumlah peserta juga berhasil meraih predikat top scorer atau pencetak skor tertinggi pada kelas yang diikuti.
Atlet Junior Tunjukkan Potensi
Pada kategori junior jarak 5 meter, Siti Aisyah dari Al Ikhlas Archery Squad, Toli-Toli, Sulawesi Tengah, berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Muhammad Uwais Al-Qarni dari Armor Morowali, disusul Khansa Adelia dari klub yang sama di posisi ketiga. Sementara itu, Muh Hizam dari Bombana Archery, Sulawesi Tenggara, menempati posisi keempat.

Pada kelas junior 10 meter ikhwan, Muhammad Daffa Al Keanu dari Al Ikhlas Archery Squad, Toli-Toli, meraih juara pertama. Gibran Al Qowiy dari Al Munawir Stable & Archery, Kendari, berada di posisi kedua, sedangkan Muh Naufal Khal Fany dari Utsmaniyah Archery, Kendari, menempati posisi ketiga.
Posisi berikutnya ditempati Muh Lade Khalid dari Raha Archery Club di urutan keempat dan Muhammad Sandi Purnama Tobarani dari TerasHijarah Archery Club, Kendari, di posisi kelima.
Adapun predikat top scorer pada kelas 10 meter ikhwan diraih Muh Alkhalifi Fidar Ayyan dari Avatar Squad Archery, Kendari.

Pada kategori junior 10 meter akhwat, Nafeeza Azra Salsabila Diwanto dari SDIT Insan Rabbani Malili, Sulawesi Selatan, meraih predikat top scorer. Ia juga tercatat sebagai juara pertama pada kelas tersebut. Posisi kedua diraih Mudrikah Salima Gautsi dari Armor Morowali, disusul Naflah Rojab dari Panahmu SD Muhammadiyah Lamasi di posisi ketiga.
Sementara itu, pada kelas junior 15 meter ikhwan, Ahmad Royan dari Darussalam Archery Club, Wajo, Sulawesi Selatan, tampil sebagai juara pertama sekaligus meraih predikat top scorer. Muh Daffa Alkeanu dari Al Ikhlas Archery Squad menempati posisi kedua, sedangkan Muh Alkhalifi Fidar Ayyan dari Avatar Squad Archery, Kendari, berada di posisi ketiga.
Persaingan kategori junior 15 meter akhwat juga berlangsung kompetitif. Ashifatu Rahma Chasna Khumairo dari ARS (Arimayah School), Palopo, Sulawesi Selatan, keluar sebagai juara pertama sekaligus top scorer. Nafeeza Azra Salsabila Diwanto dari Chenghoo Archery School, Makassar, menempati posisi kedua, sedangkan Zaskia Putri dari Al Ikhlas Archery Squad berada di posisi ketiga.

Atlet Senior Unjuk Kemampuan
Persaingan pada kategori senior turut menghadirkan atlet-atlet dari berbagai klub dan daerah. Pada kelas 30 meter akhwat, Ummah Aisyah dari Bosara Indonesia, Bone, Sulawesi Selatan, berhasil meraih juara pertama. Andi Astri Pratiwi dari Seriwigading Archery Generation menempati posisi kedua, disusul Khoiriyah dari Darussalam Archery Club di posisi ketiga.
Desi Ratnasari dari Nusaibah Archery Berau, Kalimantan Timur, menempati posisi keempat pada kategori tersebut.
Sementara itu, pada kelas senior 30 meter ikhwan, Abu Riziq dari Allawan Archery, Sulawesi Tengah, berhasil meraih juara pertama. Jumran Abu Raya dari Al Ikhlas Archery Squad, Toli-Toli, menempati posisi kedua, sedangkan Om Rock dari Rock N Roll Archery Indonesia, Nusa Tenggara Barat, berada di posisi ketiga.

Suburhan dari Konawe Sunnah Sport, Konawe, Sulawesi Tenggara, menempati posisi keempat sekaligus meraih predikat top scorer pada kategori tersebut.
Pada kelas senior 50 meter akhwat, Andi Astri Pratiwi dari Seriwigading Archery Generation, Sulawesi Selatan, tampil sebagai juara pertama sekaligus meraih predikat top scorer. Siska Julia Rahman dari Bombana Archery, Sulawesi Tenggara, menempati posisi kedua, diikuti Khadijah dari Kosuka Memanah, Konawe, di posisi ketiga.

Adapun Dinar Husnayaini dari KPBI Celebes, Sulawesi Selatan, berada di posisi keempat.
Di kelas senior 50 meter ikhwan, Abu Riziq dari Allawan Archery, Sulawesi Tengah, kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih juara pertama. Om Rock dari Rock N Roll Archery Indonesia menempati posisi kedua, sedangkan Suburhan dari Konawe Sunnah Sport berada di posisi ketiga.

Abu Alifah dari MUMTAS, Sulawesi Tengah, melengkapi posisi empat besar. Predikat top scorer pada kelas ini juga diraih Suburhan.
Dorong Perkembangan Panahan
Penyelenggaraan Al-hanan Cup I diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antarkomunitas sekaligus mendorong perkembangan olahraga panahan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dapat menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan kemampuan, pengalaman, dan semangat kebersamaan.

Melalui ajang tersebut, para atlet tidak hanya berkesempatan menguji kemampuan dalam pertandingan, tetapi juga membangun relasi dengan sesama pemanah serta mendapatkan pengalaman berkompetisi dalam suasana yang sportif.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan kolaborasi antarkomunitas, Al-hanan Cup diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda kompetisi yang memberikan ruang lebih luas bagi atlet junior maupun senior untuk meningkatkan kemampuan dan menorehkan prestasi di bidang panahan. (Red)
Tidak ada komentar