UPA PK2M UHO mendorong mahasiswa memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu membangun brand produk

waktu baca 5 menit
Jumat, 2 Okt 2026 22:30 9 Tim Redaksi

BritaTOP.Com, KENDARI – Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) Universitas Halu Oleo (UHO) terus mendorong mahasiswa untuk memiliki keterampilan kewirausahaan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Packaging, Labelling dan Branding yang digelar di Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention Kendari, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kepala UPA PK2M UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M., tersebut menghadirkan Founder Drazra Herbal & Skincare, dr. Azra, sebagai pemateri. Pelatihan diikuti sekitar 200 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari 13 fakultas di lingkungan UHO.

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut diarahkan menjadi agent of change yang nantinya dapat memberikan orientasi dan pendampingan kepada perusahaan maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi para pengusaha pemula.

Kepala UPA PK2M UHO, Lade Sirjon, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai cara membuat sebuah produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah melalui kemasan, label, hingga merek yang mampu menarik perhatian konsumen.

Menurutnya, kemampuan mengemas dan memasarkan produk menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan.

“Para mahasiswa ini dilatih untuk bisa mengemas produk yang mereka miliki supaya menarik, memberi label yang menarik, kemudian membuat branding,” kata Lade Sirjon.

Ia menjelaskan, setelah sebuah produk memiliki identitas atau brand, langkah selanjutnya adalah bagaimana produk tersebut diperkenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat.

Karena itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai strategi packaging, labelling, dan branding agar produk yang ditawarkan mampu memberikan kesan positif dan menarik minat calon konsumen.

“Nah, di sinilah para mahasiswa diajarkan dan dilatih bagaimana cara packaging, labelling, dan branding-nya. Supaya ketika ditawarkan kepada konsumen mereka tertarik,” ujarnya.

Lade Sirjon menilai ketiga aspek tersebut memiliki peranan penting dalam menentukan daya tarik sebuah produk. Menurutnya, kemasan yang baik dapat menjadi kesan pertama bagi konsumen, sementara label dan merek menjadi identitas yang membedakan suatu produk dengan produk lainnya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar kreatif dalam menentukan nama atau identitas produk. Nama sebuah produk, kata dia, dapat diambil dari berbagai sumber yang dekat dengan kreativitas dan karakter pemilik usaha.

“Label itu bisa dari nama anak, himpunan kelompok keluarga, bisa menyerupai nama buah dan lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan mahasiswa agar kreativitas dalam menentukan nama produk tetap mempertimbangkan tingkat penerimaan masyarakat. Sebab, sebuah label bukan hanya harus unik, tetapi juga mudah diterima, diingat, dan memiliki kesan yang baik bagi konsumen.

Selain itu, branding juga harus dilakukan secara konsisten dan meyakinkan. Produk yang memiliki kualitas, namun tidak dibarengi dengan kemampuan membangun merek, dinilai akan lebih sulit dikenal oleh masyarakat.

“Selama ini kan yang membranding produk itu sales. Tapi ternyata para pengusaha juga harus bisa memiliki pengetahuan membrandingkan produknya sendiri. Kalau mengharapkan orang lain, apalagi pemula, itu sangat kesulitan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengusaha pemula harus mampu mengenali dan mempromosikan produk yang dimilikinya. Kemampuan tersebut diperlukan agar produk yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat diterima dan berkembang di tengah persaingan pasar.

“Pengusaha pemula seperti mereka ini harus bisa membranding apa yang mereka miliki supaya bisa diterima oleh para konsumen,” katanya.

Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha

Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa UHO untuk mendapatkan motivasi sekaligus wawasan langsung dari praktisi yang telah mengembangkan usaha.

Founder Drazra Herbal & Skincare, dr. Azra, yang menjadi pemateri, membagikan pengalaman dalam membangun dan mengembangkan produk. Hingga saat ini, ia telah menciptakan sekitar 30 produk dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi mahasiswa. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, bahkan terlibat aktif dalam diskusi dan interaksi selama pelatihan berlangsung.

Dalam pemaparannya, dr. Azra juga menyoroti persoalan pengangguran di Indonesia yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, termasuk di kalangan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.

Ia mengajak mahasiswa UHO untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mulai membangun pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja.

Menurutnya, dunia kewirausahaan memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

“Kalau mahasiswa ingin menjadi seorang miliarder, mulai dari sekarang sudah harus berpikir menjadi pengusaha. Kalau PNS mempunyai uang menyentuh angka miliar pasti tanda tanya dari mana saja. Kalau pengusaha menjadi hal yang biasa saja,” kata dr. Azra.

Pesan tersebut disampaikan untuk mendorong mahasiswa agar berani mengambil peluang dan mulai mengenali potensi usaha sejak masih berada di bangku kuliah.

Menurutnya, menjadi pengusaha tidak harus selalu dimulai dengan modal besar. Hal yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai, kemampuan melihat kebutuhan pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan produk.

Dihadiri Pimpinan UHO

Kegiatan Pelatihan Packaging, Labelling dan Branding tersebut turut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Rektor UHO yang diwakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO, Prof. Dr. Eng. I Nyoman Sudiana, S.Pd., M.Si.

Kehadiran unsur pimpinan UHO tersebut menunjukkan dukungan perguruan tinggi terhadap penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memahami teori kewirausahaan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan ketika mengembangkan produk maupun mendampingi pelaku UMKM.

UPA PK2M UHO sendiri memiliki peran strategis dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait pengembangan karier dan kewirausahaan. Program seperti pelatihan packaging, labelling, dan branding menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat peluang yang ada di lingkungan sekitar dan mengubahnya menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Antusiasme peserta selama kegiatan juga memperlihatkan tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan. Interaksi antara peserta dan pemateri berlangsung dinamis, terutama ketika membahas pengalaman membangun produk, menentukan identitas merek, mengemas produk, serta memperkenalkannya kepada konsumen.

UPA PK2M UHO berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman di ruang pelatihan. Para mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha sendiri maupun memberikan edukasi kepada pelaku UMKM pemula.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan di UHO, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan kewirausahaan yang kreatif dan berkelanjutan. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA