GPA Sultra: Reformasi Jangan Hanya Menyasar Polri, Tapi Semua Institusi Negara

waktu baca 2 menit
Sabtu, 22 Nov 2025 05:59 64 Tim Redaksi

BritaTop.Com, KENDARI – Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi Sulawesi Tenggara (GPA Sultra), Muh. Iksan Saranani, angkat suara terkait maraknya dinamika nasional yang berkembang mengenai isu reformasi Polri.

Menurutnya, narasi reformasi yang mengarah berlebihan pada institusi Polri dinilai terlalu sentimentil dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Iksan menegaskan, kondisi bangsa saat ini tengah menghadapi banyak dinamika, sehingga pembahasan mengenai reformasi tata kelola keamanan dan penegakan hukum tidak bisa hanya dilakukan melalui forum-forum diskusi terbatas.

“Hari ini kita tidak boleh dan tidak bisa berbicara sekadar melalui forum diskusi saja untuk membahas persoalan Polri. Namun harus benar-benar dibahas melalui dialog terbuka di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, fakta di lapangan menunjukkan bahwa isu reformasi yang diarahkan kepada Polri justru melemahkan sudut pandang sebagian masyarakat yang belum memahami situasi penegakan hukum nasional secara utuh.

Lebih lanjut, Ketua GPA Sultra meminta Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi Negara agar tidak hanya memfokuskan isu reformasi pada Polri saja. Menurutnya, seluruh institusi negara perlu menjadi bagian dari proses reformasi menyeluruh.

“Jika ingin melakukan reformasi, jangan hanya diarahkan kepada Polri saja. Namun juga kepada semua institusi negara lainnya seperti TNI, BIN, BAIS, Kejaksaan, Pengadilan hingga ke seluruh dinas di wilayah provinsi di Indonesia,” tegasnya.

Iksan menilai, kekurangan dalam pelayanan publik bukan hanya terdapat pada Polri, melainkan hampir di semua lembaga negara yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Faktanya, masyarakat hari ini tidak mengeluh pada satu lembaga saja, namun di hampir semua institusi negara yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak,” katanya.

Meski demikian, Iksan mengapresiasi bahwa Polri selama ini aktif melibatkan organisasi kemasyarakatan dalam berbagai kegiatan. Ia menilai, hal tersebut merupakan bentuk pendekatan humanis yang patut dipertahankan.

“Setiap kegiatan Polri selalu melibatkan lembaga organisasi kemasyarakatan dan mendapatkan apresiasi publik. Itu menjadi bukti bahwa Polri tetap menjunjung budaya pendekatan humanis kepada masyarakat,” tutupnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA