BritaTOP.Com, KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Kendari Couture pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Aula Gedung E UMKENDARI. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif antara FISIP UMKendari, American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Tenggara dalam memperkuat sinergi dunia akademik, industri kreatif, dan diplomasi budaya.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Ridwan Badalla, Wakil Rektor IV UMKendari Mohammad Dikman Maheng, perwakilan AMINEF dan APPMI Sulawesi Tenggara, serta sivitas akademika FISIP UMKendari.
Dalam sambutannya, Sekprov Sulawesi Tenggara Asrun Lio menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, khususnya sektor fesyen. Menurutnya, Kendari Couture merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan diplomasi budaya.
Sementara itu, Dekan FISIP UMKendari Patta Hindi Asis menyampaikan bahwa Kendari Couture selaras dengan pengembangan kegiatan akademik di lingkungan FISIP, terutama pada Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya serta membuka peluang kemitraan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perwakilan AMINEF, Jasmine Cowey, menyatakan kegembiraannya dapat terlibat dalam kegiatan yang menghadirkan ruang dialog budaya dan pembelajaran langsung, termasuk bagi mahasiswa internasional.
Kendari Couture menampilkan peragaan busana tenun khas Sulawesi Tenggara dengan sentuhan desain kontemporer yang merefleksikan kekayaan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, UMKendari menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas yang berorientasi pada pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi kreatif daerah. (Red)
Tidak ada komentar